Makalah Biografi Andrea Hirata

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya yang mengenai tentang Biografi Andrea Hirata.

Makalah ini berisikan tentang informasi Biografi Andrea Hirata, mengenai Latar Belakang, kesuksesannya, cara meraih kesuksesan tersebut dan Hikmah atau nilai yang bias kita ambil. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Biografi tersebut.

Kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalahini.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

DAFTAR ISI

  1. 1.      Kata Pengantar————————————————————————–             i
  2. 2.      Latar Belakang————————————————————————–            ii
  3. 3.      Apa Kesuksesannya——————————————————————–            iii
  4. 4.      Cara Dia Meraih Kesuksesannya————————————————–            iv
  5. 5.      Hikmah / Nilai Yang Bisa Kita Ambil———————————————            v
  6. 6.      Daftar Pustaka————————————————————————–            vi


Latar Belakang tentang Andrea Hirata

Nama : Andrea Hirata Seman Said Harun (ikal)
Tanggal lahir : 24 Oktober
Pendidikan : S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia S2 Universite de
Paris Sorbonne (Perancis) dan Sheffield Hallam University
(Inggris).
Pekerjaan : Staf PT Telkom, Bandung

Terlahir sebagai anak keempat dari pasangan N.A. Masturah (ibu) dan Seman Said Harun (ayah), Andrea Hirata menghabiskan masa kecilnya di Belitong. Setamat SMA, ia merantau ke Jawa, melanjutkan studi di FE-UI. Seusai meraih gelar sarjana ekonomi seperti telah ditulis di atas, ia berhasil mendapatkan beasiswa dari Uni Eropa untuk mengambil gelar master di Universite de Paris Sorbonne, Perancis serta Sheffield Hallam University, di Inggris.

Saat ini Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains–fisika, kimia, biologi, astronomi dan tentu saja sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya.

Andrea berpendidikan ekonomi di Universitas Indonesia, mendapatkan beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi Ilmiah. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT. Telkom.

Apa mau dikata, Andrea Hirata akhirnya dengan sadar menjerumuskan diri ke dalam penulisan buku fiksi. Sejatinya, Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari sebuah karya tetralogi. Setelah Sang Pemimpi , berikutnya berturut-turut akan terbit dua judul lagi, yakni: Edensor dan Maryamah Karpov yang dinanti-nanti para pembaca setianya. kemudian bukanlah salahnya jika ia malah dikenal lebih dulu sebagai penulis fiksi lewat debutnya Laskar Pelangi. Mulanya, Andrea tidak pernah meniatkan naskahnya untuk dikomersilkan lewat industri buku. Ia menulis memoar itu untuk dipersembahkan sebagai kado ulang tahun bagi gurunya tercinta, Ibu Muslimah. (Dalam Laskar Pelangi , ibu guru ini adalah seorang tokoh yang sangat inspiratif, seorang guru miskin di sebuah sekolah dasar miskin di Belitong yang mendidik murid-muridnya dengan penuh kecintaan. Kabarnya, Ibu Muslimah tengah diusulkan untuk mendapatkan Ma’arif Award). Entah bagaimana ceritanya, naskah itu lalu “dicuri” oleh seorang sahabatnya dan diserahkan kepada penerbit. Penerbit yang beruntung ini, Bentang, langsung jatuh cinta dan lantas menerbitkannya.

 Apa kesuksesannya ???

Kemampuannya akan menulis dan mampu merangkai kata-kata sangat menginspirasi banyak kalangan tidak hanya kami orang yang awam melainkan orang-orang yg juga memiliki tingkat intelektual yg tinggi. Andrea Hirata mampu menyampaikan banyak sekali ilmu pengetahuan yg bagi setiap orang terasa “NJELIMET” alias sulit tapi andrea mampu membantu kami untuk mengerti.

Belajar dari kehidupan pribadinya, dimana berasal dari keluarga yang serba pas-pasan, bersandar hidup pada seorang ayah yg bekerja sebagai buruh timah di belitong namun apa yg andrea lakukan bisa membuktikan kekurangan bukan menjadi halangan untuk bisa sukses. Jika membayangkan dengan kehidupan beliau saat dulu, untuk bisa bersekolah pun rasanya sudah sangat menakjubkan apalagi saat ini beliau bisa menyelesaikan program magisternya di luar negeri.

Betapa malunya kita yang saat ini masih bisa hidup berkecukupan, masih mampu bersekolah namun sepertinya daya juang untuk meraih kesuksesan itu terasa sangat lemah, ketakutan untuk bermimpi, terlalu khawatir memikirkan apa yg akan terjadi padahal kita sama sekali tidak tau apa yg Tuhan rencanakan. Dari sosok Andrea hirata kita banyak belajar bagaimana kita harus bisa lebih BERSYUKUR, harus lebih bisa menghargai hidup, menghormati kedua orang tua yang sudah bersusah payah membiayai dan mendidik kita untuk bisa menjadi orang yang berguna, Andrea mengajarkan kita untuk berani bermimpi karena seperti yg Arai bilang (sepupu Andrea-Red) dalam salah satu karyanya andrea berkata “ jangan takut bermimpi karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu” maka mari kita bersama untuk meraih Mimpi.


 

Cara Dia Meraih Kesuksesannya

Seperti yang diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, Andrea kecil bersekolah di sebuah sekolah yang kondisi bangunannya sangat mengenaskan dan hampir rubuh. Sekolah yang bernama SD Muhamadiyah tersebut diakui Andrea cukuplah memperihatinkan. Namun karena ketiadaan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya lebih mirip sebagai kandang hewan ternak. Kendati harus menimba ilmu di bangunan yang tak nyaman, Andrea tetap memiliki motivasi yang cukup besar untuk belajar. Di sekolah itu pulalah, ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dijuluki dengan sebutan Laskar Pelangi.

Setelah menyelesaikan pendidikan di kampung halamannya, Andrea lantas memberanikan diri untuk merantau ke Jakarta selepas lulus SMA. Kala itu, keinginannya untuk menggapai cita-cita sebagai seorang penulis dan melanjutkan ke bangku kuliah menjadi dorongan terbesar untuk hijrah ke Jakarta. Saat berada di kapal laut, Andrea mendapatkan saran dari sang nahkoda untuk tinggal di daerah Ciputat karena masih belum ramai ketimbang di pusat kota Jakarta. Dengan berbekal saran tersebut, ia pun menumpang sebuah bus agar sampai di daerah Ciputat. Namun, supir bus ternyata malah mengantarkan dirinya ke Bogor. Kepalang tanggung, Andrea lantas memulai kehidupan barunya di kota hujan tersebut.

Beruntung bagi dirinya, Andrea mampu memperoleh pekerjaan sebagai penyortir surat di kantor pos Bogor. Atas dasar usaha kerasnya, Andrea berhasil melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Merasakan bangku kuliah merupakan salah satu cita-citanya sejak ia berangkat dari Belitong. Setelah menamatkan dan memperoleh gelar sarjana, Andrea juga mampu mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 Economic Theory di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, Inggris.

Berkat otaknya yang cemerlang, Andrea lulus dengan status cum laude dan mampu meraih gelar Master Uni Eropa. Sekembalinya ke tanah air, Andrea bekerja di PT Telkom tepatnya sejak tahun 1997. Mulailah ia bekerja sebagai seorang karyawan Telkom. Kini, Andrea masih aktif sebagai seorang instruktur di perusahaan telekomunikasi tersebut. Selama bekerja, niatnya menjadi seorang penulis masih terpendam dalam hatinya. Niat untuk menulis semakin menggelora setelah ia menjadi seorang relawan di Aceh untuk para korban tsunami. “Waktu itu saya melihat kehancuran akibat tsunami, termasuk kehancuran sekolah-sekolah di Aceh,” kenang pria yang tak memiliki latarbelakang sastra ini.

Kondisi sekolah-sekolah yang telah hancur lebur lantas mengingatkannya terhadap masa lalu SD Muhamadiyah yang juga hampir rubuh meski bukan karena bencana alam. Ingatan terhadap sosok Bu Muslimah pun kembali membayangi pikirannya. Sekembalinya dari Aceh, Andrea pun memantapkan diri untuk menulis tentang pengalaman masa lalunya di SD Muhamadiyah dan sosok Bu Muslimah. “Saya mengerjakannya hanya selama tiga minggu,” aku pria yang berulang tahun pada 24 Oktober ini.

Naskah setebal 700 halaman itu lantas digandakan menjadi 11 buah. Satu kopi naskah tersebut dikirimkan kepada Bu Muslimah yang kala itu tengah sakit. Sedangkan sisanya dikirimkan kepada sahabat-sahabatnya dalam Laskar Pelangi. Tak sengaja, naskah yang berada dalam laptop Andrea dibaca oleh salah satu rekannya yang kemudian mengirimkan ke penerbit.Bak gayung bersambut, penerbit pun tertarik untuk menerbitkan dan menjualnya ke pasar. Tepatnya pada Desember 2005, buku Laskar Pelangi diluncurkan ke pasar secara resmi. Dalam waktu singkat, Laskar Pelangi menjadi bahan pembicaraan para penggemar karya sastra khususnya novel. Dalam waktu seminggu, novel perdana Andrea tersebut sudah mampu dicetak ulang. Bahkan dalam kurun waktu setahun setelah peluncuran, Laskar Pelangi mampu terjual sebanyak 200 ribu sehingga termasuk dalam best seller. Hingga saat ini, Laskar Pelangi mampu terjual lebih dari satu juta eksemplar.

Penjualan Laskar Pelangi semakin merangkak naik setelah Andrea muncul dalam salah satu acara televisi. Bahkan penjualannya mencapai 20 ribu dalam sehari. Sungguh merupakan suatu prestasi tersendiri bagi Andrea, terlebih lagi ia masih tergolong baru sebagai seorang penulis novel. Padahal Andrea sendiri mengaku sangatlah jarang membaca novel sebelum menulis Laskar Pelangi. Sukses dengan Laskar Pelangi, Andrea kemudian kembali meluncurkan buku kedua, Sang Pemimpi yang terbit pada Juli 2006 dan dilanjutkan dengan buku ketiganya, Edensor pada Agustus 2007. Selain meraih kesuksesan dalam tingkat penjualan, Andrea juga meraih penghargaan sastra Khatulistiwa Literary Award (KLA) pada tahun 2007.Meski disibukkan dengan kegiatannya yang cukup menyita waktu, Andrea masih tetap mampu meluangkan waktu untuk mudik di saat Lebaran lalu. Bahkan bagi Andrea, mudik ke Belitong di saat Lebaran adalah wajib hukumnya. “Orang tua saya sudah sepuh, jadi setiap Lebaran saya harus pulang,” ujar Andrea dengan tegas. Di Belitong, Andrea melakukan rutinitas bersilaturahmi dengan orang tua dan kerabat lainnya sembari memakan kue rimpak, kue khas Melayu yang selalu hadir pada saat Lebaran. Kendati perjalanan ke Belitong tidaklah mudah, karena pilihan transportasi yang terbatas, Andrea tetap saja harus mudik setiap Lebaran tiba. Terlebih lagi, bila ia tak kebagian tiket pesawat ke Bandara Tanjung Pandan, Pulau Belitong, maka mau tak mau Andrea harus menempuh 18 jam perjalanan dengan menggunakan kapal laut.

Perasaan bangga dan bahagia semakin dirasakan Andrea tatkala Laskar Pelangi diangkat menjadi film layar lebar oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. “Saya percaya dengan kemampuan mereka,” ujarnya tegas. Apalagi, film Laskar Pelangi juga sempat ditonton oleh orang nomor satu di negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

“Kini Laskar Pelangi memiliki artikulasi yang lebih luas daripada sebuah buku. Nilai-nilai dalam Laskar Pelangi menjadi lebih luas,” tutur Andrea.

Menjadi seorang penulis novel terkenal mungkin tak pernah ada dalam pikiran Andrea Hirata sejak masih kanak-kanak. Berjuang untuk meraih pendidikan tinggi saja, dirasa sulit kala itu. Namun, seiring dengan perjuangan dan kerja keras tanpa henti, Andrea mampu meraih sukses sebagai penulis memoar kisah masa kecilnya yang penuh dengan keperihatinan.


 Hikmah atau Nilai yang bisa kita ambil !

Jika dibandingkan dengan tokoh dunia lainnya seperti wiliam Shakespear atau J.K rowling mungkin nama Andrea tak sebesar penulis-penulis tersebut tapi bagi kami Andrea merupakan inspirasi terbesar dalam hidup kami. Pemikiran-pemikirannya yg sangat berani, semangat dia dalam mengejar mimpi-mimpinya hingga keluar negeri, dengan segala keterbatasan materi dalam keluarganya Andrea Hirata mampu menunjukan pada kami semua PENDIDIKAN TINGGI tidak Harus melulu Berbicara BIAYA yg tinggi.

Saat ini kami sedang kuliah di Bogor EduCARE dari keluarga sederhana dengan sumber penghidupan dari keluarga kami, kami mampu membuktikan pada semua orang minimal lingkungan sekitar, kami semua mampu memperoleh sampai gelar S3 di salah satu universitas negeri di Indonesia setelah Lulus dari Bogor EduCARE.

Kami bangga untuk pencapaian kami saat ini, kami harus bisa buktikan bahwa saat ini jika kita sanggup dan berniat untuk mencapai apa yang kita rencanakan maka berusaha dan berdoa, Andrea Sudah membuktikan apa yg dirasa tidak Bisa menjadi Bisa. Kami tidak lagi takut bermimpi karena kami yakin Allah SWT akan memeluk mimpi-mimpi kami, yang pasti selalu berusaha dan berdoa karena kita tidak pernah tau dari upaya mana dan ucapan dari mulut mana yg akan Allah kabulkan. Meminjam Jargonnya “AKU BISA” saat ini semangat kami sedang di puncak, kami akan gapai semua semampu yg kami bisa dan kami sangat yakin KAMI BISA KAMI YAKIN BISA KU TAK MAU BERPUTUS ASA, KAMI YAKINNNNNN BISAAAAAAAAA…!!!!

Daftar Pustaka

http://kolom-biografi.blogspot.com/2011/10/biografi-andrea-hirata-penulis-novel.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: