Cerita Roro Jongrang (Babak 3)

Tepat pada malam ke-1000 hari kematian Prabu Kalakarung. Bandung akan membuat candi tersebut dalam satu malam. Ia bersemedi untuk memanggil jin untuk menolongnya untuk membuat 1000 candi tersebut dalam satu mlam.

Bandun Bandawas : “Sir Gobang Gasir, Bandung manis banyak yang naksir – Sir Gobang Gasir cepatlah dating wahai raja jin kafir, wahai raja jin datanglah,!!!.

Seketika angin bertiup dan………

Raja Jin : “Huah hah hah hah ………., ada apa tuan memanggil hamba, ingatlah tuan sekafir-kafirnya orang kafir lebih kafir orang yang mengkafirkan orang yang tidak kafir?”

Bandun Bandawas : “Wahai raja jin, aku akan membuat 1000 candi dalam satu malam. Aku ingin kau dan anak buahmu mau membantuku.

Anak Jin 1 : “Hah…. 1000 candi?! Kalo gitu kita butuh energi X-tra donk”.

Anak Jin 2 : “Kalo gitu kita harus minum hemafiton jreng, jreng segarnya jreng setaminanya.

Raja Jin : “Wah kalau 1000 candi dalam satu malam, itu pekerjaan yang sangat berat.

Bandun Bandawas : “Apapun syarat yang kau minta akan aku penuhi.”

Raja Jin : “Hamba minta NARKOBA : Nasi Rames Kopi Bakwan”.

Anak Jin 1 : “Hamba minta NARKOTIK: Nasi Rames Kopi Iwak Pitik”.

Anak Jin 2 : “Hamba minta Ba’pao Molen Es

Bandun Bandawas : “Baiklah nanti malam akan kupersiapkaan itu semua”.

Malam pun telah tiba dan suara gemuruh pembangunan candi mulai terdengar, hal ini membuat putri semakin gelisah. Dengan sembunyi – sembunyi putri mengintip pembuatan candi itu, dan ternyata candi itu hampir genap 1000 buah.

Roro Jonggrang : “Waduh bagaimana ini mbok, candi – candi itu sudah banyak, sedangkan hari masih malam. Kita harus mencari cara untuk menggagalkannya”.

Emban : “Tenanglah putri, jika putri terus gelisah kita akan sulit mencari cara untuk menggagalkannya”.

Mereka mondar – mandir mencari cara.

Emban : “Ahaa! Hamba punya ide yang sangat bagus. Bagaimana kalau kita kumpulkan para prempuan desa untuk memukul lesung, agar dipikirnya hari sudah pagi.”

Roro Jonggrang : “Ya….. itu ide yang sangat bagus. Ayo cepat kita kumpulkan para perempuan desa, sebelum terlambat!”

Mereka mengumpulkan perempuan desa untuk memukul lesung.

Roro Jonggrang : “Dengarkan kaum hawa, aku membutuhkan bantuan kalian untuk memukul lesung!”.

Perempuan 1 : “Memukul lesung malam – malam begini untuk apa?”.

Perempuan 2 : “Iya ini kan belum pagi?”.

Roro Jonggrang : “Karena aku ingin menggaalkan usah Bandung dalam membuat 1000 candi”.

Perempuan 1 : “Tetapi putri kan sudah berjanji? Apa putri tidak takut apabila gusti putri akan menjadi patung.”

Roro Jonggrang : “Sudahlah kita pukul lesungnya sebelum dia membuat candi yang ke-1000!”.

Suara lesung mulai terdengar, para jin pun panik dan mengira kalau sekarang sudah pagi.

Bandun Bandawasa : “Haa… siapa yang memukul lesung malam – malam begini, ini pasti Roro Jonggrang yang berbuat curang”.

Raja Jin : “Maaf tuan kami harus pergi karena fajar sebentar lagi terbit, kami tidak tahan terkena sinar matahari. Silau Man”.

Bandun Bandawasa : “Tapi kalian sudah berjanji untuk membantuku membuat 1000 candi”.

Raja jin : “Tapi kami tidak bisa tuan, maafkan kami tuan, maafkan kami… I’m Sorry…. Good Bye…”.

Raja jin pun kabur karena mengira fajar sebentar lagi terbit. Bandung bingung dan terkejut atas kedatangan Roro Jonggrang yang seiring dengan menghilangnya lesung itu. Bandung sangat marah karena tahu itu semua adalah ulah Roro Jonggrang.

Roro Jonggrang : “Hai tuan berapaakah candi yang telah kau buat untukku? Apakah genap 1000”

Bandung hanya bisa diam menahan amarahnya.

Roro Jonggrang : “Baiklah kalau begitu, biar aku sendiri yang menghitungnya.”

X-X-X-X-X-X-X-X-X-X-X

Roro Jonggrang : “Hai tuan, aku memintamu membuatkan 1000 candi untukku, tapi kau baru membuat 999 candi. Berarti kau telah gagal dan aku tak mau menjadi istrimu.”

Bandun Bandawasa : “Aku tahu kau berbuat curang, fajar baru terbit. Berarti kau yang ingkar janji”.

Roro Jonggrang : “Terus….. candinya……. tetap saja kurang satu. Sudahlah jangan mencari – cari alasan”.

Bandun Bandawasa : “Kalau begitu kau telah ingkar janji. Sesuai janjimu, kau akan menjadi patung untuk selama – lamanya, dan menggenapi candiku menjadi 1000”.

Tiba – tiba terdengar suara petir yang menyambar tubuh putri. Seketika Ia pun berubah menjadi patung dan genaplah candi itu menjadi 1000 buah. “Senjata makan tuan”, Itulah yang menimpa putri.

source image : indonesia-zsolt72.blogspot.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: