21 Min is enough to know

Tulisan ini adalah suatu proyek dari #RantaiCerita #DeklarasiKK yang beranggotakan 5 orang yaitu : @Zackyschf @sansanmwawaa @wkf2010 @rrizkie @aguzzasimido

Dan ini adalah tulisan yang ke-4 dari saya.

Cerita sebelumnya bisa dilihat disini

OK GO—————————————————————

Semua tahu bahwa apapun yang akan kita lakukan tentu harus dengan pikiran.
Aku beruntung datang lebih awal di kantor ini, mungkin sekitar 21 min lagi semua karyawan bergiliran datang untuk bekerja karena saat ini waktu menunjukan pukul 07:39.

“Tapi ko pak Mario berbeda ya, jam segini dia udah dateng aja, oh mungkin karena dia seorang direktur jadi harus lebih awal masuk kerja” #dalam hati ku bergumam

Disini aku bingung, tidak seperti namaku Gangnam yang membuat semua orang tidak bingung.
Aku bingung karena aku tidak tahu dengan apa yang harus aku lakukan.

Yang aku lakukan sekarang hanyalah duduk, berdiri, tengok kanan, tengok kiri kalo tengok belakang ada tembok, jadi aku ga tengok belakang, mengintip ke ruang pak Mario dan masih saja tidak berubah.

Aku sedang berpikir bagaimana caranya masuk ke dalam kantor pak Mario itu,
Aku mencoba cari cara agar dapat bicara dengan pak Mario.

Kenapa harus pak Mario ?

Kenapa bukan pak Udin atau pak Maman atau mungkin pak Ogah ?
Yang dari namanya pun terkenal sudah dengan sebutannya.
Ya, karena pak Mario yang akan memberikan aku kerja di kantor yang besar ini. “Tapi aku terkadang bingung dibuatnya, dia yang rekrut aku bekerja tapi dia juga yang membiarkan aku begitu saja.”Kesalku dalam hati

*5 Min kemudian*

Aku masih berdiam diri didepan pintu coklat yang sangat membosankan dibuatnya,
Aku masih tahan dengan keadaan seperti ini, namun yang membuat aku tidak tahan ialah
kondisi di kantor ini, Apakah tidak ada orang yang sibuk ? atau Apakah semua orang kantor
memang seperti Robot yang diperintahkan untuk tetap bekerja dengan sistem yang sudah diatur ?

*7 Min kemudian*

Datanglah para 5 orang karyawati dari bawah tangga sana yang pakaiannya pun berbeda-beda.
2 orang memakai baju biru sedikit kusam tapi wangi, 2 orang lagi memakai baju putih dan di bawah kerah bajunya pun bertuliskan “INDOMILK”, dan 1 orang lagi memakai kemeja bebas dan jas abunya yang menawan, dan 5 orang karyawati ini memakai celana tentunya.

Mereka sangat ramah sekali, lewat dihadapanku dengan lontaran senyuman yang membuat hatiku sedikit senang.
“Ternyata mereka semua baik ya, hmm… aku bakal betah deh kerja disini kalo kondisinya seperti ini” #dalam hati ku berbicara

*8 Min kemudian*

Huft… aku hanya bisa menelan ludah dan berganti pose dengan keadaan seperti ini.
Aku coba tengok ke ruang pak Mario lagi dan masih saja seperti itu, tidak ada perubahan sama sekali.
Terkadang aku mulai berpikir, Apa semua orang kantor tidak stress dengan kerjaan mereka ?
Yang berdiam diri dihadapan komputer ataupun dokumen-dokumen mereka. Bahkan aku belum melihat pak Mario minum air putih sedikitpun.

Tapi sampai saat ini aku masih penasaran dengan apa yang pak Mario lihat dan dibaca.
Aku mulai memberanikan diri untuk berspekulasi, apakah pak Mario sedang membaca majalah…. *upss.. sudah-sudah aku tidak mau berprasangka.

Ku mulai melihat jam baruku, pemberian dari hasil buruh tani ayahku yang sengaja dibelikan untukku agar aku selalu ingat dengan yang namanya ibadah sholat 5 waktu.
Ternyata waktu menunjukan pukul 07:49.

*11 Menit kemudian*

Datang kembali seorang Bapak berkumis yang sudah berambut variatif antara putih dan hitam yang memakai jas abu yang menawan, dan terlihat dari bawah tangga sana dan pandangan diapun sudah menatapku dgn senyum lebar.
Ternyata dia mulai menghampiriku, dekat, dekat, semakin dekat dan mulai tercium bau tanah yang mungkin karena faktor usianya dan deg deg deg..
“Lagi tunggu siapa de?” Sibapak langsung membuka dialog
“Saya sedang menunggu pak Mario didalam sana pak.” Jawabku sambil tersenyum panik
“Kamu sudah nunggu dari jam berapa ya de ?” Sibapak bertanya kembali
“Ya, saya sudah menunggu dari jam 07:39 pak.”
“oh.. cukup lama ya de. Kamu sudah mencoba masuk atau masih disini saja menunggu de?”
“Iya pak, justru itu pak, saya juga hampir bingung dibuatnya pak, saya sudah mengetuk pintunya sampai 5x dan sudah menyapa dengan nada yang sudah saya tinggikan, tapi tetap saja pak Mario tidak berubah dengan posisi tersebut.”Aku menjelaskan

“oh begitu ya de, jadi begini de biar saya jelaskan……..

****

Setelah penjelasan 10 Min dari Bapak tadi ternyata aku baru tahu, kalau Pak Mario itu sedang GALAU karena tidak bisa belajar bahasa korea gitu dan tidak pernah mengerti, karena dia juga ingin bertemu dengan personil SNSD (Girl Band Korea).

hmmm muak sangat muak tapi lucu… #begitu kesalku yang sedikit ketawa

21 Min is enough to know.

Dan waktu kerja dimulai.
Keep spirit and smile Gangnam (gumamku dalam hati).

Cerita selanjutnya silahkan dibaca disini.

2 responses

  1. […] @Sansanmwawaa – Kita Vs Mereka bag. 2 3. @wkf2010 – Gangnam Style 4. @rrizkie – 21 Min is enough to know 5. […]

  2. […] @Sansanmwawaa, @wkf2010, @rrizkie, dan saya @aguzzasimido. Tulisan sebelumnya bisa dibaca disini. Untuk informasi selengkapnya silahkan dibaca dalam tulisan berjudul Rantai Cerita […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: